Informasi yang membantu
- Jenis produk atau jasa.
- Target pelanggan utama.
- Tautan marketplace, media sosial, atau landing page jika sudah ada.
- Materi lama yang masih digunakan.
- Bagian yang paling sering membuat calon pelanggan bertanya, ragu, atau berhenti.
- Hasil yang dibutuhkan dan tenggat jika ada.
Tidak harus lengkap. Jika belum tahu layanan atau akar masalahnya, jelaskan kondisi yang sedang terjadi. Brief digunakan untuk memahami konteks, bukan untuk memaksa Anda memilih paket sebelum masalahnya jelas.
Apa yang terjadi setelah brief?
- Konteks dibaca terlebih dahulu. Jenis bisnis, materi yang sudah ada, masalah, dan kebutuhan dipahami sebelum memberi saran.
- Jika ada informasi penting yang kurang, akan ditanyakan. Tujuannya supaya diagnosis tidak dibuat dari asumsi.
- Prioritas dan cakupan diperjelas. Anda akan mengetahui bagian yang disarankan untuk dibenahi dan bagian yang mungkin belum perlu disentuh.
- Hasil pekerjaan, revisi, waktu, dan biaya dikonfirmasi. Tidak ada asumsi bahwa semua kebutuhan memiliki harga atau waktu yang sama.
- Anda memutuskan lanjut atau tidak. Pengisian brief tidak otomatis berarti Anda menyetujui produksi atau pembayaran.
Belum tahu harus mulai dari mana?
Kontak resmi dan area layanan
Layanan dilakukan secara online untuk UMKM dan bisnis di Indonesia. Jalur konsultasi utama dimulai dari formulir brief di situs lalu dilanjutkan ke WhatsApp dengan konteks yang sudah terisi.
Sudah punya materi yang ingin diperiksa?
Kirim konteksnya dulu. Jika kebutuhannya sederhana, cakupan dapat difokuskan pada satu bagian tanpa membuat ulang semuanya.
Isi brief kebutuhan →Brief belum berarti membeli. Setelah konteks dibaca, cakupan, waktu, revisi, dan biaya dijelaskan lebih dulu sebelum Anda memutuskan.